About the Post

Author Information

I do honestly believe that people enter our lives for a reason. That everyone who we meet, who forms an impression has something to teach us. Everything that happens to us is an experience, and because of that it can never be bad. an experience can only be good because it all serves to shape the person that we are, the person that we become. -= the love whisperer =-

Life is just one damned thing after another.

Mereka bilang semakin banyak warna didalam tubuh seekor binatang, semakin ganas racun terkadung di dalamnya. Namun, aku tidak menganggap bahwa mereka tidak beracun, hanya saja, masih belum ditemukan obat penawarnya. Sama dengan kehidupan manusia yang didatangi masalah, bertubi-tubi, berat dan seakan-akan tidak ada jalan penyelesaian. Bahkan kadang sampai menyalahkan si Pencipta. “Kenapa cobaan yang Kau kirim beritu berat, tidak ada hati nuranikah Kau?!!!!

Aku berpikir bahwa hampir seluruh makhluk hidup yang memiliki akal sehat dan hati nurani, pasti, pernah merasakan apa yang aku rasakan. Tahun ini memang bukan tahun terberatku, masih ada sedikit kenangan indah didalam proses pertumbuhan seorang Darwis. Setiap pagi aku bangun dengan pikiran yang tidak pernah kuminta untuk bertanya kepadaku. Katanya ” Apa yang akan kamu lakukan hari ini?”

Hampir setiap orang yang mengenalku dekat, tahu persis, aku bukanlah seperti yang kamu dan kamu kira. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku jalankan dan kadang kala, ada proses yang secara tidak langsung ikut berjalan masuk, mengubah dan membentukku menjadi orang yang tidak seharusnya begitu.

Jujur saja, aku merasakan kerinduan akan masa-masa itu. Masa-masa culun disekolah. Menyontek disaat perlu, curi makan disaat keinginan untuk mencoba menginterfensi peraturan sekolah. Masa dimana aku tidak harus dipertemukan dengan dunia sesungguhnya. Masa dimasa aku bisa menjadi diriku sendiri. Tertawa disaat benar-benar bahagia dan menangis disaat benar-benar memerlukannya.

Kemarin di saat Medan sedang beken dengan hujan derasnya, mobilku terjebak di tengah-tengah jalan kecil, tak berdaya, karena aku tidak ingin mengambi resiko untuk terus melanjutkan perjalananku. Disamping tidak mengenal jalan tersebut, aku juga tidak tahu apakah mobilku akan mendadak berhenti karena tingginya air. Waktu ini, aku menemukan kata-kata ini. Yang kemudian aku rangkai menjadi sebuah kalimat yang membutuhkan pengorbanan jauh lebih besar untuk merealisasikannya. “Arti hidup sesungguhnya adalah tidak untuk dikasihani dan mengasihani, tetapi hidup untuk membahagiakan orang yang tidak bahagia.” Kemudian aku ingat dengan Film Bucket List, dimana film ini menceritakan tentang dua orang sahabat berhadapan dengan detik-detik terakhir setelah mereka tahu bahwa kanker ditubuh mereka tidak lagi mengijinkan mereka untuk hidup lebih lama. Waktu ini ada satu pernyataan yang benar-benar mencerahkan pikiranku sesaat, tanya teman yang satu ini dengan temannya yang lain, “Sudah berapa banyak orang didunia yang pernah merasa bahagia karena kamu lahir di dunia ini?” Saat itu, aku langsung merasakan pedang tajam yang menusuk hatiku dalam-dalam. Lalu menjawabnya sendiri dalam hati, “Tidak ada seorangpun, bahkan orang tua ku sendiri.”

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Pikirku saat ini, biarlah, apapun yang sudah menjadi bagianku akan kuselesaikan. Biarlah semua itu terjadi, dan biarkan aku sendiri yang menerima konsekwensi atas apa yang sudah pernah kulakukan. Tidak bermaksud jadi pahlawan. Namun kembali kepada racun hewan yang aku sebutkan di paragraf pertama. Sama dengan manusia, banyak permasalahan yang akan terasa yang dengki dan keras, namun hanya solusi yang bisa menyelesaikan segalanya, seiring dengan waktu, aku rasa, solusi adalah sahabatku. Tidak ada jalan lain selain belajar dari permasalahan yang sudah pernah terjadi dan bertumbuh setelah itu. Menjadi seorang manusia, dilahirkan, begitu mudah. Untuk menjalani sebuah kehidupan, tidaklah segampang meminum secangkir kopi, kurang manis? tambah gula, terlalu manis, ditambah air. Just as simple as that what William Barclay had ever said:

There are two great days in a person’s life – the day we are born and the day we discover why.

Regards,
Darwis Taniwan

One Comment on “Life is just one damned thing after another.”

  1. lin shu li November 13, 2010 at 1:59 pm #

    hidup adalah sebuah hadiah yang paling komplit dari Tuhan.
    ada suka,ada duka.
    ada senyum,ada air mata.
    Tuhan memberi kita masalah,
    tapi tanpa kita sadari Tuhan juga memberi kita solusi.
    melalui siapa saja,dan melalui apa saja.
    walaupun kadang-kadang kita sudah lebih dulu protes ke Beliau.
    ^ ^
    karena umumnya manusia selalu bilang seperti ini kalau sedang menghadapi masalah:
    (Tuhan kenapa aku?,Tuhan kenapa sih selalu memberiku masalah?)
    tapi,itulah manusia.
    selalu mengeluh kekurangan,tanpa menyadari kelebihannya.
    Masalah membuat orang lebih dewasa.
    solusi itu juga butuh waktu yang tepat untuk tampil. ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: