About the Post

Author Information

I do honestly believe that people enter our lives for a reason. That everyone who we meet, who forms an impression has something to teach us. Everything that happens to us is an experience, and because of that it can never be bad. an experience can only be good because it all serves to shape the person that we are, the person that we become. -= the love whisperer =-

Menjadi Kuat

Menjadi kuat memang bukan hal yang gampang dilakukan. Kuat dalam hal kemampuan untuk menerima setiap tantangan hidup, kuat untuk dicaci maki, kuat untuk dijadikan kambing hitam, kuat dalam hal percintaan. Dan itulah kehidupan yang sebenarnya.

Saya tidak bermaksud untuk mengajari apa-apa. Yang bisa saya lakukan adalah terus menulis dan bercerita tentang apa yang sudah saya alami tahun lalu dan belakangan ini.Saya belajar banyak dari setiap proses yang sudah terjadi.

Sekilas yang saya alami tahun lalu:
1. Ancaman batin kelas tinggi. Saya mengalami masa-masa sulit di antara bulan Januari- April tahun lalu. Saya harus kehilangan seorang teman terbaik. Dan lost komunikasi dengannya sama sekali.
2. Selama setahun saya jauh dari seorang yang menjadi panutan. Kehilangan arah dan tujuan.

Dan yang bisa saya lakukan hanyalah, menerima setiap masalah yang terjadi. Dan tidak satupun yang berhasil memicu keinginanku untuk menaruh dendam. Saya tidak ingin hidup untuk dikasihani dan mengasihani. Sadar bahwa kehidupan akan lebih bermakna dengan senantiasa memberikan segala sesuatu yang mereka inginkan. Bisa membahagiakan orang yang tidak bahagia adalah tujuan hidup saya selanjutnya.

Beberapa minggu yang lalu, saya secara tidak langsung menyelesaikan permasalahan yang saya alami selama setahun penuh. Dan kuncinya hanya satu, “komunikasi”

Saya senang, setidaknya dia sudah memaafkan saya. Saya senang,walaupun kenangan waktu itu tidak akan bisa terulang lagi. Saya senang, walaupun, hanya terlibat didalam 1/18 bagian kehidupanmu. Jujur, saya merasa sangat bersalah. Saya merasakan ketidakmampuanku waktu itu untuk menahan segala emosi dan amarah.

Terima kasih, karena dengan memaafkan, pikiran saya bisa dipulihkan sebagian. Saya sungguh tidak menyalahkan kamu. Karena apa yang kamu lakukan adalah benar. Akhirnya saya bisa kembali senang, memiliki seorang kamu yang bisa memaafkan saya atas apa yang sudah pernah saya lakukan.

All the best ya.

To you,
😉

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: