About the Post

Author Information

I do honestly believe that people enter our lives for a reason. That everyone who we meet, who forms an impression has something to teach us. Everything that happens to us is an experience, and because of that it can never be bad. an experience can only be good because it all serves to shape the person that we are, the person that we become. -= the love whisperer =-

Sampai Jumpa

Setiap kali memulai menulis, selalu saja pikiranku dengan cepat merasa kehilangan bahan tulisan. Aku heran, mungkin juga ragu, akan apa yang aku tulis, merupakan kemunafikan pribadi. Aku sadar, bahkan dengan komputer saja aku tak bisa memilihnya sebagai tempatku bersandar.

Semalam aku sempat nongkrong di Starbuck, Cambrigde Medan, salah satu tempat terfavoritku saat ini. Bersama dengan kelima temanku, Rudy, Bobby Wongso, Tommy, Nita Hanico dan Yenny Heriana. Saat itu, merupakan 1 dari 8 momen terbahagia tahun ini. Sering kali aku berjanji dengan dirku sendiri, untuk tetap tegar, dan hadapi setiap hambatan dengan kepala tegak dan lapang dada. Di saat yang sama pulak, sering sekali tingkat pesimisku bertambah, dihasut iblis yang aku tak tahu namanya.

Yang pastinya, i told them, life is always unfair, life is so cruel if you think it is. And I am in that position right now. Wajar kali ya, masa harus senang setiap kali. 😉 So sorry, aku sedang dilanda krisis cinta, krisis yang mengakibatkan aku tidak sanggup menerima apa-apa, krisis yang membuatku merasakan keringnya pagi hari dan keheningan di malam hari. Aku selalu menyalahkan diriku, yang tidak dapat berbuat apa-apa, diam, terbengong dan merindukan seseorang yang bahkan tidak merindukanku sedikitpun.

Seperti itukah khasiat krisis cinta? begitu dasyatnya hingga, begitu mudah tereset didalam alunan lagu seduh, dan tanpa sadar membuat air mata mengalir tanpa sebab…………..
Kini, aku membutuhkan ketenangan, ketabahan, bukan pikiran untuk mengalihkan, mengencani vodka, martel atau chivas, mencari pelampiasan ataupun mengemis cinta.

Aku akan berdiri lagi, tidak dengan kebencian.
Aku akan berdiri lagi, tidak karena belas kasihan
Aku akan berdiri dengan kedua kakiku
ketegaran hati, kejernihan pikiran
Sampai jumpa lagi
Salam,
Dwistan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: